Skip to main content

KENAPA OMNIBUS LAW DITOLAK ??

 https://www.facebook.com/dennyzsiregar/posts/3607788239284018

Kenapa banyak investasi tidak berkembang di Indonesia ?
Salah satunya adalah masalah PUNGLI.
Untuk bikin pabrik di sebuah daerah misalnya, butuh waktu sampai ratusan hari dengan biaya mahal karena di setiap meja harus ada uang sebagai pelicin. Belum lagi uang untuk ormas dan LSM di daerah.
Sedangkan di Vietnam misalnya, cukup waktu beberapa hari dgn biaya minimal, karena semua urusan perijinan ada di pusat dengan model online dan transparan. Itulah kenapa banyak investasi pindah kesana..
Omnibus Law sering disebut sebagai UU sapu jagat. Dengan Omnibus Law, ratusan peraturan daerah masalah perijinan diberangus dan dimasukkan dalam satu wadah. Akibatnya, kas pemerintah daerah - terutama oknum2 yg bermain - jadi kering kerontang.
Itulah kenapa ada beberapa kepala daerah yang marah dan membiarkan bahkan memfasilitasi demo. Periuk nasi mereka terancam hilang.
Jokowi memang berani memunculkan Omnibus Law ini dengan segala resikonya.
Tujuan dia jelas, supaya investasi berkembang dan rakyat bisa mendapat pekerjaan. Kalau sebuah pabrik dibangun di daerah, bukan hanya menyerap karyawan, tapi ekosistem usaha disekitarnya juga terbangun seperti warung makan. Ekonomi akan terangkat dan tidak ada lagi daerah miskin kelak..
Yang ngamuk dan demo itu sebenarnya tidak paham tujuan besar ini. Mereka ditakut2i oleh kepentingan politik demi perut sebagian kecil golongan. Padahal Omnibus Law ini justru dibuat untuk mensejahterakan rakyat..
Inilah bagian dari perang REVOLUSI MENTAL.
Mengubah kebiasaan buruk itu tidak mudah dan menyakitkan. Tapi harus berubah, kalau kita ingin menjadi negara besar kedepan..
Angkat cangkir kopinya, kawan..

Comments

Popular posts from this blog

Omnibus Law dan rasionalitas

https://erizeli.aboutbusiness.info/2020/10/omnibus-law-dan-rasionalitas.html Kalau anda jadi pengusaha dan Perusahaan anda berencana berinvestasi dalam skala besar di Indonesia, maka anda harus berhadapan dengan rimba perizinan. Sangking padatnya, rimba itu menutupi pandangan ke langit. Kalau anda tidak hati hati, di rimba itu anda bisa kena mangsa binatang buas, dan tersesat. Begitu gambaran tentang panjang dan rumitnya perizinan di Indonesia. Tetapi kalau panjang dan rumitnya perizinan itu dilaksanakan dengan standar skill da moral yang hebat dari birokrat, tidak ada masalah. Toh bagaimanapun semua perizinan itu adalah standar kepatuhan bagi kepentingan negara. Yang jadi masalah, standar moral dan skill aparat bukan untuk kepentingan negara tetapi kepentingan pribadi.  Engga percaya? Mari kita lihat dan telusuri perizinan yang sangat basic. Katakanlah anda ingin membuka usaha kawasan Industri. Itu hanya perlu izin lokasi dan kemudian bangun kawasan berserta fasilitasnya. Sederhan...

"Good Job my Presiden, Diserang Cendana, Cikeas dan Kadal Gurun Melalui Hoax UU Omnibus Law"

 https://www.facebook.com/100012399460681/posts/1031424080614231/ Salmin Khan Jokowi adalah presiden terkuat selama sejarah Indonesia berdiri. Kekuatan politik yang ada di Indonesia sekarang hampir keseluruhan berada di bawah kontrol dan kekuasaan Jokowi. Ketika Omnibus Law ini di wacanakan pada 2017 lalu, banyak pihak menganalisa bahwa Omnibus Law tidak akan pernah jadi, mungkin di pembahasannya pun sudah akan gagal, tetapi ketika kenyataan berkata lain bahwa sekarang UU Omnibus Law Cipta Kerja sudah disahkan dan di tanda tangani oleh DPR (parlemen). Maka itu semua membuktikan bahwa kekuasaan dan kekuatan parlemen sekarang ini berada di bawah kontrol dan kekuasaan Presiden Jokowi, dan memang sudah seharusnya seperti itulah negara ini berjalan sesuai dengan sistem presidensiil yang kita anut, kekuasaan eksekutif (presiden) adalah keuasaan yang berada di titik paling atas dalam sistem presidensiil. Memang ada dua partai yang menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja, yaitu Demokrat dan PKS...

Kenapa kemiskinan terjadi

  (berdasarkan sudut pandang pengusaha) Pengalaman saya membantu orang untuk menaikkan ekonominya... Saya melihat kemiskinan di Indonesia bukanlah karena korupsi atau penindasan. Melainkan karena orangnya yang malas. Berpuluh-puluh kali saya mendapati orang yang membuat saya menyesal telah membuang buang waktu saya untuk mereka. Misalnya: Saya sempat ajari orang yang mengeluh di bis jaman dulu untuk mencari uang, tetapi bergerak pun tidak mau dengan alasan, yah beginilah pak, saya orang kecil, ga ngerti apa apa, masih bego. Coba pemerintah lebih peka dikit dan kasih lapangan pekerjaan. Tetapi di bis dia mengeluhkan pemerintah yang menindas rakyat Saya pernah juga menawarkan seseorang untuk bekerja di kapal dengan gaji belasan juta sebulan. Tetapi orang tersebut menolak karena masih ada orang tuanya, yang masih berumur 40 an tahun. Dan dia menyalahkan pemerintah yang ga becus mengurus negara sehingga harga harga naik. Saya pernah juga menawarkan orang bekerja sebagai dropshipper, sa...