Skip to main content

Perlu Gak Sih Buat Omnibus Law?

 https://www.facebook.com/errisubakti/posts/10224538202790382




Perlu Gak Sih Buat Omnibus Law?

Buat gue? Gak perlu. Ye ngapain urusannye gue perlu omnibus law. Ya itu keegoisan gue.

Buat Jokowi? Gak perlu. Ya ngapain kalo untuk diri Jokowi sendiri membuat sebuah "kompilasi" dari peraturan2 yang SUDAH ada jadi satu. Kayak bikin album "Best of ...." aja... :D

Untuk DPR, perlu ga bikin omnibus law. Halah... nambah2in kerja  mereka aja. Ongkang2 kaki, target bikin UU ga tercapai juga mereka gak ada masalah.

Lalu sebenernya buat siapa dong omnibus law ini? Siapa yg memerlukan sampe dibuat?

Ya buat kamu. Kamu yg masih nganggur. Pendidikan sekolah menengah. Berapa juta jumlahnya yg masih nganggur, butuh kerjaan.

Makanya disebut UU Cipta Kerja. Sebuah peraturan yg bisa membuka tambahan lapangan kerja baru buat yg masih nganggur.

Nah sampe sini dulu deh. Jadi bukan buat gue, bukan buat Jokowi, bukan buat DPR, halah... gak perlu, ongkang2 kaki juga hidup enak anggota dewan, mah.

Ya kalo didemo gini, buat Jokowi (secara pribadi dgn egois, dan DPR) batalin aja gak masalah. Jokowi tetep presiden, DPR tetep ongkang2 kaki bobo nyenyak.

Nah jadi buat kamu yg masih nganggur, kan elu butuh banyak lapangan kerja baru, apalagi persaingan tiap tahun makin nambah. Gimana dah caranya bisa ada lapangan kerja buat elu, ya elu yg emang sungguh2 mau kerja.

Jalannya tentu aja dengan adanya investor yg menggelontorkan uang ke daerah elu. Bikin bisnis, bikin usaha, bikin pabrik, bikin perusahaan, supaya elu2 bisa punya lebih banyak kesempatan dan peluang dapet kerjaan.

Itu makanya disebut UU Cipta Kerja.

Supaya ada investor yg masuk ke daerah elu dengan senang hati, maka perizinannya dipangkas, gak lagi berbelit2 dengan berbagai tumpang tindih UU antar sektor. 

Makanya UU antar bidang sektor yg saling silang satu sama lain itu digabungin bagian2 yg beririsan dalam satu UU. Makanya disebut omnibus. 

Jadi kalau omnibus law ini sebuah produk, dan tiap produk pasti punya sasaran spesifik. Maka sasarannya adalah kamu2 yg masih nganggur dan belum kerja.

Jadi ironis sebenernya UU yg sasarannya utk mereka yg masih nganggur DI-DEMO dan ditolak sama mereka yg udah kerja punya penghasilan tetap tiap bulan, ditambah uang lembur atau tunjangan lain. UU ini juga didemo sama mahasiswa yang kalau mereka lulus, mereka mana mau jadi buruh. Kan anj*ng....

Sekarang omnibus law masih banyak pasal2 yg dianggap bermasalah. Ya ga perlu demo. Bertarung secara intelektual, berikan kajian komprehensif dan mendalam di mana saja kelemahan omnibus law. Dan juga bisa diajukan judicial review ke Mahkamah konstitusi.

Omnibus law ini, sekejap dibatalin juga presiden dan DPR gak rugi apa2. Yg rugi siapa? Ya kalian yg masih nganggur, krn produk hukum ini sasaran akhirnya adalah membuka lapangan kerja buat kalian yg masih nganggur.

Paham coy?!


(Erri Subakti)


Kalau ceritanya dipendekin jadi begini :

Pencari kerja : Sy butuh kerja tp tidak ada lowongan

Pemerintah : Bentar, sy cari dulu investor untuk buka lapangan kerja

Investor : sy mau investasi kalau iklim usaha bagus dan kondusif

Pemerintah : ok sy bikin UU nya agar investor mau masuk dan berinvestasi

Pencari kerja : Pemerintah kok bikin UU yg pro investor ya

Pemerintah : agar investasi masuk jadi kalian bisa bekerja

Pencari kerja : Demo ah, jgn lupa juga ah untuk bakar fasilitas umum

Investor : busyet, fasilitas umum aja dibakar apalagi pabrik gw nanti, gak jadi ah investasinya

Pemerintah : (sunyi senyap, sambil beresin puing2 fasilitas umum yg hancur lalu mencabut UU nya)

Pencari kerja : Good dicabut UU nya tp sy butuh kerja nih dan tidak ada lowongan, carikan investor donk pemerintah

Pemerintah : (garuk2 kepala) ya udah sy buat UU yg pro buruh

Pencari kerja : Nah gitu donk

Investor : Busyet, itu UU bikin gw ga balik modal, gak ah investasi di negara sampeyan

Pencari kerja : Hei Pemerintah mana nih lapangan pekerjaan, masa gak ada investor masuk

Pemerintah : (garuk2 kepala lagi)




Comments

Popular posts from this blog

Omnibus Law dan rasionalitas

https://erizeli.aboutbusiness.info/2020/10/omnibus-law-dan-rasionalitas.html Kalau anda jadi pengusaha dan Perusahaan anda berencana berinvestasi dalam skala besar di Indonesia, maka anda harus berhadapan dengan rimba perizinan. Sangking padatnya, rimba itu menutupi pandangan ke langit. Kalau anda tidak hati hati, di rimba itu anda bisa kena mangsa binatang buas, dan tersesat. Begitu gambaran tentang panjang dan rumitnya perizinan di Indonesia. Tetapi kalau panjang dan rumitnya perizinan itu dilaksanakan dengan standar skill da moral yang hebat dari birokrat, tidak ada masalah. Toh bagaimanapun semua perizinan itu adalah standar kepatuhan bagi kepentingan negara. Yang jadi masalah, standar moral dan skill aparat bukan untuk kepentingan negara tetapi kepentingan pribadi.  Engga percaya? Mari kita lihat dan telusuri perizinan yang sangat basic. Katakanlah anda ingin membuka usaha kawasan Industri. Itu hanya perlu izin lokasi dan kemudian bangun kawasan berserta fasilitasnya. Sederhan...

"Good Job my Presiden, Diserang Cendana, Cikeas dan Kadal Gurun Melalui Hoax UU Omnibus Law"

 https://www.facebook.com/100012399460681/posts/1031424080614231/ Salmin Khan Jokowi adalah presiden terkuat selama sejarah Indonesia berdiri. Kekuatan politik yang ada di Indonesia sekarang hampir keseluruhan berada di bawah kontrol dan kekuasaan Jokowi. Ketika Omnibus Law ini di wacanakan pada 2017 lalu, banyak pihak menganalisa bahwa Omnibus Law tidak akan pernah jadi, mungkin di pembahasannya pun sudah akan gagal, tetapi ketika kenyataan berkata lain bahwa sekarang UU Omnibus Law Cipta Kerja sudah disahkan dan di tanda tangani oleh DPR (parlemen). Maka itu semua membuktikan bahwa kekuasaan dan kekuatan parlemen sekarang ini berada di bawah kontrol dan kekuasaan Presiden Jokowi, dan memang sudah seharusnya seperti itulah negara ini berjalan sesuai dengan sistem presidensiil yang kita anut, kekuasaan eksekutif (presiden) adalah keuasaan yang berada di titik paling atas dalam sistem presidensiil. Memang ada dua partai yang menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja, yaitu Demokrat dan PKS...

Kenapa kemiskinan terjadi

  (berdasarkan sudut pandang pengusaha) Pengalaman saya membantu orang untuk menaikkan ekonominya... Saya melihat kemiskinan di Indonesia bukanlah karena korupsi atau penindasan. Melainkan karena orangnya yang malas. Berpuluh-puluh kali saya mendapati orang yang membuat saya menyesal telah membuang buang waktu saya untuk mereka. Misalnya: Saya sempat ajari orang yang mengeluh di bis jaman dulu untuk mencari uang, tetapi bergerak pun tidak mau dengan alasan, yah beginilah pak, saya orang kecil, ga ngerti apa apa, masih bego. Coba pemerintah lebih peka dikit dan kasih lapangan pekerjaan. Tetapi di bis dia mengeluhkan pemerintah yang menindas rakyat Saya pernah juga menawarkan seseorang untuk bekerja di kapal dengan gaji belasan juta sebulan. Tetapi orang tersebut menolak karena masih ada orang tuanya, yang masih berumur 40 an tahun. Dan dia menyalahkan pemerintah yang ga becus mengurus negara sehingga harga harga naik. Saya pernah juga menawarkan orang bekerja sebagai dropshipper, sa...