Skip to main content

TKA China

 https://www.facebook.com/story.php?story_fbid=10223957809757139&id=1354266635







Sebagian dr kita terlalu sombong akhirnya jadi bodoh, spt org yg cuma hidup di mangkok aja, kyk katak dlm tempurung. Contohnya krn saking sombong, bodoh, rasis terlalu dgn org Tiongkok sampe2 ga punya otak utk berpikir, dianggap tenaga asing akan menguasai Indonesia, wong mikir ga lu bahwa misalnya yg anda sasar itu TKA China, mereka itu negara super maju, kita ga ada seupritnya, kita baru merangkak, mau ga dia jadi TKA di sini yg kerjanya nyangkul2 ? Wong kerjaan kuli kasar di Australia, Singapore dll itu mereka ga ambil, itu kerjaan org Pakistan, Bangladesh kira2 ekonominya di bawah kita, org TKA kuli kasar dr Bangladesh, Pakistan, Filipina aja mentoknya sampe di Singapore krn bayarannya mahal, mereka aja ga lirik sama sekali ke Indonesia apalagi TKA kuli kasar China coy, pakai logika gitu aja. Org China ke sini jadi investor, ngebosss istilahnya, ngawasin investasinya, dgn demikian kita dpt buka lapangan kerja, lapangan kerja terbuka imbasnya ekonomi berjalan, warung2, kos2an akan menghasilkan. Apart2 akan tersewa ke TKA, lapangan2 golf akan terisi mereka main & caddy yg 1 lapangan bisa 200-500 org ada penghasilan 🙂

Trus kita sombong seolah baru buka 1 pabrik sdh gede bgt, aku kasih tahu ya ke kalian, kawasan pabrik Cikarang yg kita anggap gedeee bgt itu, ga ada tai2 nya di sana, bisa2 cuma sekawasan Cikarang itu, di China cuma jatah utk 1 pabrik di sana, jadi jgn norak deh, wong sy pernah berkunjung 1 pabrik sana, mereka produksi 148 merk utk seluruh dunia, gw kaget ada 200 line, sdh ada negara2 nya 🙂

Trus kita norak, merasa Jakarta paling maju & paling mewah, pdhal mereka 1 kota aja contohnya di Shanghai, itu kira2 10 x Singapore ditumpukin jd 1, nah lu ke Singapore aja masih norak, udah kayak ke Mars 😀😃 di Kota2 kecil mereka aja sdh lebih besar & maju dari Jakarta.

Saya kasih contoh, sy bbrp x main golf di China, utk memakai jasa caddynya susah, hrs 2 golfer 1 caddy, krn tenaga di sana mahal, jd yg mau ngecaddy sedikit, nah kita di sini, 1 golfer bisa 2 caddy, apalagi pejabat kaya raya, 1 payungin 1 buat pegang rokoknya 😀
Saya bukan dlm posisi membela Tiongkok atau TKA manapun, cuma mengajak kita berpikir, sedikit aja pakai otak kita deh...bo dianalisa, liat fakta & perkembangan dunia luar ...

Comments

Popular posts from this blog

Omnibus Law dan rasionalitas

https://erizeli.aboutbusiness.info/2020/10/omnibus-law-dan-rasionalitas.html Kalau anda jadi pengusaha dan Perusahaan anda berencana berinvestasi dalam skala besar di Indonesia, maka anda harus berhadapan dengan rimba perizinan. Sangking padatnya, rimba itu menutupi pandangan ke langit. Kalau anda tidak hati hati, di rimba itu anda bisa kena mangsa binatang buas, dan tersesat. Begitu gambaran tentang panjang dan rumitnya perizinan di Indonesia. Tetapi kalau panjang dan rumitnya perizinan itu dilaksanakan dengan standar skill da moral yang hebat dari birokrat, tidak ada masalah. Toh bagaimanapun semua perizinan itu adalah standar kepatuhan bagi kepentingan negara. Yang jadi masalah, standar moral dan skill aparat bukan untuk kepentingan negara tetapi kepentingan pribadi.  Engga percaya? Mari kita lihat dan telusuri perizinan yang sangat basic. Katakanlah anda ingin membuka usaha kawasan Industri. Itu hanya perlu izin lokasi dan kemudian bangun kawasan berserta fasilitasnya. Sederhan...

"Good Job my Presiden, Diserang Cendana, Cikeas dan Kadal Gurun Melalui Hoax UU Omnibus Law"

 https://www.facebook.com/100012399460681/posts/1031424080614231/ Salmin Khan Jokowi adalah presiden terkuat selama sejarah Indonesia berdiri. Kekuatan politik yang ada di Indonesia sekarang hampir keseluruhan berada di bawah kontrol dan kekuasaan Jokowi. Ketika Omnibus Law ini di wacanakan pada 2017 lalu, banyak pihak menganalisa bahwa Omnibus Law tidak akan pernah jadi, mungkin di pembahasannya pun sudah akan gagal, tetapi ketika kenyataan berkata lain bahwa sekarang UU Omnibus Law Cipta Kerja sudah disahkan dan di tanda tangani oleh DPR (parlemen). Maka itu semua membuktikan bahwa kekuasaan dan kekuatan parlemen sekarang ini berada di bawah kontrol dan kekuasaan Presiden Jokowi, dan memang sudah seharusnya seperti itulah negara ini berjalan sesuai dengan sistem presidensiil yang kita anut, kekuasaan eksekutif (presiden) adalah keuasaan yang berada di titik paling atas dalam sistem presidensiil. Memang ada dua partai yang menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja, yaitu Demokrat dan PKS...

Kenapa kemiskinan terjadi

  (berdasarkan sudut pandang pengusaha) Pengalaman saya membantu orang untuk menaikkan ekonominya... Saya melihat kemiskinan di Indonesia bukanlah karena korupsi atau penindasan. Melainkan karena orangnya yang malas. Berpuluh-puluh kali saya mendapati orang yang membuat saya menyesal telah membuang buang waktu saya untuk mereka. Misalnya: Saya sempat ajari orang yang mengeluh di bis jaman dulu untuk mencari uang, tetapi bergerak pun tidak mau dengan alasan, yah beginilah pak, saya orang kecil, ga ngerti apa apa, masih bego. Coba pemerintah lebih peka dikit dan kasih lapangan pekerjaan. Tetapi di bis dia mengeluhkan pemerintah yang menindas rakyat Saya pernah juga menawarkan seseorang untuk bekerja di kapal dengan gaji belasan juta sebulan. Tetapi orang tersebut menolak karena masih ada orang tuanya, yang masih berumur 40 an tahun. Dan dia menyalahkan pemerintah yang ga becus mengurus negara sehingga harga harga naik. Saya pernah juga menawarkan orang bekerja sebagai dropshipper, sa...